Senin, 18 Januari 2021

Don't Try So Hard To Be Funny


KENAPA KETIKA NAIK MOTOR KOK SAYA SELALU KETAWA SENDIRI YA?
KARENA SAYA DUDUK DI ATAS JOKE!! WKWKWK

SAYA AJAK ANAK SAYA KE KEBUN BINATANG MELIHAT KERA
TAPI KERANYA MALAH DIEM AJA DI LANTAI
TERNYATA keranya adalah 'KERAMIK'

Ketika tertawa tubuh kita melepaskan hormon endorfin yang meningkatkan mood dan menurunkan kadar hormon penyebab stress seperti Kartisol dan adrenalin. selain itu tertawa juga mampu mengurangi beberapa gejala fisik stress dengan membantu relaksasi dan merangsang sirkulasi otot

walaupun humor dan komedi mampu meredakan stress, ada fakta menarik bahwa beberapa komedian kelas dunia yang terkenal Lucu justru mengalami depresi di kehidupan nyatanya, bahkan sampai bunuh diri

Sebagai contoh adalah Robin Williams, komedian yang terkenal melalui film Holywood JUMANJI.
ditemukan Gantung Diri di kamarnya


Komedian Korea Park Ji Sun juga ditemukan bunuh diri bersama ibundanya di rumahnya.


Dibalik semua kelucuannya Komedian ternyata banyak mengalami Depresi, hal itu dikarenakan untuk membuat lelucon dan humor memang memerlukan konsentrasi dan pemikiran yang dalam. apalagi bila sang komedian sudah terkenal, dia akan merasa di tuntut Lucu. bila humornya kurang lucu akan dikritik dan menimbulkan perasaaan tertekan karena merasa tertuntut tampil Lucu. hal inilah yang menyebabkan para komedian mengalami depresi ataupun gangguan psycologis lainnya. 

Oleh sebab itu jadikanlah humor dan Komedi sebagai hobi dan kesukaan bukan sebuah profesi. dengan menjadikan humor dan komedi sebagai kesukaan dan hobi, kita tidak akan merasa tertekan tapi bisa menikmatinya, peduli amat lucu atau tidak bagi orang lain, yang penting saya menikmatinya. bagi saya humor dan komedi adalah salah satu jalan untuk menikmati hidup dan menjadi bahagia. bukan untuk untuk orang lain tapi untuk diri saya sendiri. karena Komedi adalah Jalan Ninjaku.... so don't try 

so hard to be Funny
 

Kamis, 17 September 2020

INILAH HIKMAT YANG DARI ATAS

 


Sesungguhnya...

membina diri itu
harus dimulai dengan meluruskan hati
Diri yang diliputi geram dan marah
tidak mungkin lurus
Yang diliputi kuatir dan gentar
tidak mungkin lurus
Yang diliputi rasa puas dan girang
tidak mungkin lurus
Yang diliputi duka dan belas kasihan
tidak mungkin lurus

Bila hati tidak pada tempatnya
walau pun melihat tidak akan nampak
Meski pun mendengar tidak akan terdengar
Sungguh pun mengunyah tidak akan merasa

Itu sebabnya dikatakan
sesungguhnya,
membina diri itu
harus dimulai dengan meluruskan hati

 

Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya (epithumia) sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Yakobus 1:14-15

 

Setiap bayi yang lahir sehat jasmani dan rohani menanggapi hati nuraninya dengan dua cara yaitu: menyukai (phileo) dan membenci (miseo). Bila suka dia senang, dan bila benci dia marah. Dalam pertumbuhannya, dia akan berusaha meraih yang disukainya dan menolak yang dibencinya. Kemudian dia akan menyetujui yang disukainya dan menentang yang dibencinya. Selanjutnya mulai membenarkan yang disukainya dan menyalahkan yang dibencinya. Lalu dia akan merasa malu dan merasa jahat karena melakukan yang disukainya namun disalahkannya. Artinya dia melakukan sesuatu yang disukai namun menganggapnya jahat. Selanjutnya dia pun mulai merasa iba dan kasihan.

Pada hakekatnya, setiap orang tua hanya mengajarkan DUA hal kepada anak-anaknya yaitu:

1.     Membedakan yang baik dan yang jahat
2.    Menyukai (phileo) yang baik dan membenci (miseo) yang jahat

 

Masalahnya adalah manusia tidak memiliki STANDARD tentang yang baik dan yang jahat. Itu sebabnya yang baik dan yang jahat selalu berubah-ubah. Orang tua menyalahkan anaknya karena tidak mau makan namun juga menyalahkan anaknya yang makan terus-terusan. Jadi, makan itu baik atau jahat? Orang tua menyalahkan anaknya yang tidak mau tidur namun juga menyalahkan anaknya yang tidur terus-menerus. Bila demikian, tidur itu baik atau jahat? Orang tua mengajari anaknya murah hati namun mereka marah ketika anaknya membagi-bagikan mainannya kepada teman-temannya. Sesungguhnya, murah hati itu baik atau jahat?

 

MENGASIHI adalah memilih untuk tidak membenci walaupun tidak menyukai! Itulah Agape!

MENGASIHI adalah memilih tetap memberi walaupun hanya BISA memberi sedikit. Itulah Agape!

MENGASIHI adalah memberi tanpa menghitung berapa banyak yang diberikan. Itulah Agape!

 

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Matius 5:43-44